Minggu, 12 Februari 2012

Proposal Sastra


PROPOSAL

ROMANTISME TEKS LAGU ALBUM TAK LEKANG OLEH WAKTU KARYA KERISPATIH DAN ALTERNATIF PEMBELAJARAN MENULIS PUISI DI SMA KELAS X



IKIP PGRI - Revisi
 









Oleh:

AAN ANDRIANTO
08410101






PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
IKIP PGRI SEMARANG
2011
A.    Judul :
ROMANTISME TEKS LAGU ALBUM TAK LEKANG OLEH WAKTU KARYA KERISPATIH DAN ALTERNATIF PEMBELAJARAN MENULIS PUISI  DI SMA KELAS X.

B.     Latar Belakang Penelitian
Karya sastra di ciptakan pengarang untuk menyampaikan gagasan,pandangan hidup dan tanggapan atas kehidupan manusia serta alam sekitarnya. Seorang pengarang sebelum mewujudkan gagasan,ide dan lisan kedalam bentuk karya sastra terlebih dahulu mengalami intra pesona atau proses berfikir,yaitu komunikasi antara jiwa pengarang dengan berbagai fenomena yang ada dalam masyarakat.
Teks lagu itu bersifat puitis khususnya dalam karya sastra mengandung arti apabila hal itu membangkitkan perasaan,menarik perhatian,menimbulkan tanggapan yang jelas,secara umum bila hal itu menimbulkan keharuan disebut puitis yang mengandung nilai keindahan ( Pradopo, 2005 :13 ) tanggapan yang jelas maksudnya adalah bahwa seorang memiliki kritik dan pendapat yang dapat dimengerti mengenai karya sastra yang bersifat puitis.
Sebuah teks lagu merupakan salah satu karya kreatif yang di ciptakan oleh manusia. Untuk mendapatkan hasil pencipta tersebut ternyata membutuhkan suatu proses yang teramat panjang dan membutuhkan suatu pemahaman yang sangat mendalam. Melalui proses tersebut pencipta berusaha mencurahkan semua inspirasi yang ada dalam benaknya melalui pengalaman-pengalaman dengan alam sekitar,waktu menghadapi hidup dan kehidupan, serta melalui ide dan gagasan yang menjadi keyakinan. Dari inspirasi-inspirasi yang ada, maka terciptalah teks lagu yang berisikan ungkapan perasaan, seperti marah, benci, cinta, sedih, dendam dan sebagainya. Karya sastra yang mementingkan perasaan dan romantisme.
Seorang pencipta teks lagu dapat di sejajarkan dengan seorang penyair,karena lirik lagu yang di ciptakan mengungkapkan perasaan diri pencipta itu sendiri. Menurut Waluyo ( 1987 :2 ) ciri puisi umum adalah bahasanya harus mudah di pahami, karena pendengar harus cepat memahami isi ketika lagu itu masih didendangkan.
Penyair mempunyai maksud tertentu ketika menyusun baris dan bait-baitnya sedemikian rupa, demikian pula dengan pemakaian kata, lambing, kiasan, dan sebagainya agar teks lagu tersebut dapat memiliki kesan keindahan pada liriknya yang mewujudkan kata atau arti romantisme. Semua yang di tampilkan penyair mempunyai makna, karena kata-kata yang di pakai oleh penyair merupakan kata-kata pilihan yang maknanya sudah di padatkan.
Teks lagu sebagai sebuah karya sastra puisi, yang memiliki tujuan untuk mempengaruhi pendengar dan  penikmatnya seperti yang tersurat maupun tersirat dalam teks tersebut. Di sini akan menggunakan istilah romantisme ( yang sering di sebut romantis ). Menurut Waluyo ( 1987 : 32 ), romantisme adalah aliran sastra yang menggambarkan kenyataan hidup dengan penuh keindahan tanpa cela. Jika sesuatu yang di lukiskan itu adalah kebahagiaan, maka kebahagiaan tersebut di gambarkan dengan sangat sempurna tanpa cela. Sedangkan jika yang di lukiskan adalah kesedihan, maka kesedihan tersebut di gambarkan dengan sesedih-sedihnya hingga menguras air mata. Romantisme di wujudkan dalam bentuk teks romantis.
Romantisme pada sebuah karya sastra tampak mengutamakan ungkapan perasaan cinta yang cerita-ceritanya yang mengagumkan yang mendasarkan aliran romantis tidak hanya bersifat cinta saja, melainkan juga bertumbuh dari pikiran, pengetahuan dan pandangan hidup yang dalam dan luas.
Untuk mendalami dan mengetahui wujud romantisme dalam teks lagu,maka perlu adanya pemahaman teks. Untuk itu pengarang teks lagu mempunyai maksud tertentu mengapa baris-barisnya dan bait-baitnya di susun sedemikian rupa, di gunakan kata-kata, lambang,kiasan dan sebagainya. Semua yang di tampilkan penyair mempunyai makna, karena yang di gunakan adalah kata-kata yang di konsentrasikan, di padatkan maka semua yang di ungkapkan penyair harus bermakna tidak boleh mubazir.
 Berkaitan dengan teks lagu yang bertemakan Romantisme Teks Lagu Album Tak Lekang Oleh Waktu Karya Kerispatih mempunyai teks lagu yang identik dengan nuansa romantisme di setiap karya teks lagunya. Hal ini bias terlihat disetiap makna kata  dalam perbaitnya dan hubungan pertalian antara bait satu ke bait yang lain terkesan romantis.
Kerispatih adaloah grup musik bertemakan instrumental etnik. Kerispatih di bentuk tanggal 21 April 2003 di Jakarta oleh Sammy ( lead vocal ), Badai ( piano, Voices), Andika ( bass, voices ), Arif ( electric acoustic, guitar, voices ), dan Anton ( drum ) lima anak muda jebolan Institut Musisi Indonesia. Badai seorang pencipta lagu yang handal dengan karya-karyanya yang indah bernuansa pop romantic yang mampu menembus pasar musik Indonesia.
Pada bulan juni 2008, krispatih meliris album ketiganya yang berjudul “Tak Lekanh Oleh Waktu”. Di album ketiganya ini, mayoritas lagunya dikenang dan dikomposisi oleh Badai, keyboardis kerispatih. Badai juga berkata, bahwa album ini adalah penggabungan dari album pertama mereka dn album kedua mereka. Jadi, di album ketiga ini berkesan paling sempurna diantara ketiga album yang sudah diliris. Di album Tak Lekang Oleh Waktu ini, krispatih memilih lagu “Bila Rasaku ini Rasamu” menjadi single pertama mereka di album ketiga ini.
Lagu-lagu karya kerispatih sangat menarik untuk dianalisis dan untuk kemudian dijadikan alternatif pembelajaran di SMA. Salah satunya adalah lagu yang berjudul Tak Lekang Oleh Waktu. Selain membaca puisi, kita juga bisa menganalisis puisi dari mendengarkan sebuah lagu yang di dalamnya terdapat unsure romantisme.. Hal tersebut dapat dijadikan sebagai alternatif dalam pembelajaran. Mungkin dengan cara seperti itu siswa bisa lebih memahami isi puisi.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, penulis memilih judul Romantisme Teks Lagu dalam Album Tak Lekang Oleh Waktu karya krispatih sebagai judul proposal skripsi.

C.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1.      Bagaimanakah romantisme teks lagu yang terdapat dalam album Tak Lekang Oleh Waktu karya Kerispatih ?
2.      Bagaimanakah alternatif pembelajaran menulis puisi di SMA kelas X ?

D.    Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah
1.      Mendiskripsikan romantisme teks lagu yang terdapat dalam album Tak Lekang Oleh Waktu karya Kerispatih ?
2.      Mendiskripsikan alternatif menulis puisi di SMA kelas X ?

E.     Manfaat Penelitian
1.      Manfaat Teoritis
Bertujuan menambah pengetahuan tentang teori sastra yang berkaitan dengan teks lagu.
2.      Manfaat Praktis
a.       Bagi pembaca, dapat menegetahui romantisme teks lagu yang terdapat dalam album Tak Lekang Oleh Waktu karya Kerispatih.
b.      Bagi penulis, pengalaman dari penelitian ini dapat digunakan dalam kehidupan di masyarakat, khusunya untuk pengajaran dan analisis karya sastra.


F.     Penegasan Istilah
Agar tidak menimbulkan kesalahan dan penafsiran antara pembaca dan penulis untuk mendapatkan pemahaman tentang romantisme teks lagu dalam album Tak Lekang Oleh Waktu karya krispatih, maka penulis perlu menegaskan beberapa istilah yang penulis gunakan adalah romantisme, teks lagu, dan album.
1.      Romantisme
Romantisme berasal dari kata romantis dan isme. Isme berarti aliran atau system kepercayaan. Romantisme adalah penggambaran kenyataan hidup dengan penuh keindahan tanpa cela. Jika sesuatu yang dilukiskan itu adalah kebahagiaan, maka kebahagiaan tersebut digambarkan dengan sangat sempurna tanpa cela. Sedangkan jika yang dilukiskan adalah kesedihan, maka kesedihan tersebut digambarkan dengan sesedih-sedihnya hingga menguras semua air mata (Waluyo,1987 :32).

2.       Teks Lagu
Teks lagu adalah kata-kata asli dari pengarang tentang ungkapan perasaan yang dialaminya dan terdapat ragam suara yang berirama. Nyanyian-nyanyian yang banyak dilakukan adalah contoh puisi yang popular. Bahasanya harus mudah dipahami karena pendengar harus dapat memahami isi lagu itu sementara lagu itu didendangkan (Waluyo, 1987 :2).

3.      Album
Sedangkan album adalah kumpulan lagu-lagu dalam rekaman kaset (Alwi,2005:29). Album merupakan kumpulan lagu-lagu yang diciptakan oleh seorang pencipta lagu.

G.    Metodologi Penelitian
1.      Metode Penelitian
Menurut Ratna (2010:34) dalam pengertian yang lebih luas metode dianggap sebagai cara-cara, strategi untuk memahami realitas, langkah-langkah sistematis untuk memecahkan rangkaian sebab akibat berikutnya. Sebagai alat, sama dengan teori, metode berfungsi untuk menyederhanakan masalah, sehingga lebih mudah untuk dipecahkan dan dipahami. Dalam sebuah penelitian, penggunaan sebuah metode diperlukan agar dapat ditemukan suatu cara, langkah kerja dan rumusan yang benar dalam memberikan telaah setiap permasalahan. Sehingga dapat menghasilkan suatu penelitian yang diinginkan dari awal hingga tujuan atau sasarannya. Penentuan metode disesuaikan dengan objek penelitian dalam hal ini teks lagu sebagai objek penelitiannya.
Penelitian yang digunakan dalam skripsi ini merupakan penelitian kualitatif,sehingga metode yang dipakai adalah metode kualitatif, metode kepustakaan, dan pendekatan objektif.
a.       Metode Analisis
Dalam karya sastra, metode analisis, yaitu penelitian dilakukan secara langsung oleh peneliti yang turun langsung ke lapangan atu medan tertentu. Metode penelitian dilakukan setelah data terkumpul, dikelompokkan, dikodekan atau diurutkan, kemudian dianalisis. Data yang tidak relevan akan dibuang dan data yang kurang lengkap akan dilengkapi sehingga dapat diambil sebuah keputusan yang dapat dipercaya.
b.      Metode Kualitatif
Metode yang secara keseluruhan memanfaatkan cara-cara penafsiran dengan menyajikannya dalam bentuk deskripsi. Metode kualitatif memberikan perhatian terhadap data alamiah, data dalam hubungannya dengan konteks keberdaannya (Ratna,2010:46).
c.       Metode Kepustakaan
Penelitian yang dilakukan yang dilakukan di kamar kerja peneliti atau diruang perpustakaan, dimana peneliti memperoleh data dan informasi tentang objek telitinya lewat buku-buku atau alat-alat audiovisual lainnya (Semi,1993:71).
Metode ini digunakan untuk mencari teori, konsep-konsep yang dapat dijadikan landasan teori atau mencari teori-teori baru dan data-data yang relevan dengan penelitian (Semi, 1993:8).
2.      Pendekatan objektif
Menurut Semi (1993:67) Pendekatan objektif adalah pendekatan yang bertolak dari asumsi dasar bahwa karya sastra sebagai kerja kreatif memiliki otonomi yang penuh yang harus dilihat sebagai suatu sosok yng berdiri sendiri terlepas dari hal-hal yang lain yang berada diluar dirinya.
3.      Populais dan Sampel
a.       Populasi
Menurut Semi (1993:40), populasi adalah himpunan terbesar dari orang atau satuan lain yang diteliti. Dalam pengertian ini, populasi bisa saja merupakan kelompok masyarakat pendengar musik, kelompok penulis, sejumlah karya sastra, kumpulan cerita rakyat, kumpulan naskah drama, kumpulan teks lagu, dan lain sebagainya. Sedngkan menurut Rachman (1993:57), populasi berarti totalitas semua nilai yang mungkin, baik hasil menghitung maupun pengukuran, kuantitatif maupun kuantitatif dari pada karaktersitik  tertentu mengenai sekumpulan objek lengkap dan jelas.
Populasi dalam album ini adalah 12 teks lagu yang berasal dari album Tak Lekang Oleh Waktu karya kerispatih.

b.      Sampel
Menurut Rachman ( 1993 : 59 ), sampel adalah bagian dari populasi. Pada dasarnya teknik sampling di bagi menjadi dua, yaitu : 1 ) teknik random, dan 2 ) teknik nonrandom. Teknik pengambilan data yang tepat adalah teknik sampel nonrandom sampling. Dalam teknik ini, tidak semua anggota populasi mempunyai kemungkinan atau kesempatan yang sama untuk di jadikan anggota sampel. Teknik nonrandom ada lima jenis yaitu : 1 ) sampel sistemaris,sampel, 2 ) sampel kuota, 3 ) sampel incidental, 4 ) sampel purposive dan 5 ) sampel nowcall. Yang di pakai dalam penelitian ini menggunakan sampel purposive yaitu : sampel di tetapkan dengan jalan mengambil secara sengaja anggota populasi yang mempunyai cirri spesifik yaitu teks lagu yang bernuansa romantic yang dimiliki dengan menyesuaikan tujuan yang ingin dicapai ( Semi, 1993 : 44 ).
Ciri spesifik yang di gunakan untuk menentukan sampel adalah dengan cara mencari teks lagu yang makna lagunya bernuansa romantis. Dari ciri tersebut, akan di peroleh beberapa teks lagu yang bertemakan romantis.
Melalui ciri tersebut, sampel yang di pilih dalam penelitian ini meliputi 6 teks lagu kerispatih yang di ambil dari album Tak Lekang Oleh Waktu. Teks lagu tersebut berjudul : “Ada Aku Disini”, “Bila Rasaku Ini Rasamu”, “Maaf Aku Terlalu Mencintainya”, “Demi Cinta”, “Tak Lekang Oleh Waktu”, “Terima Aku Apa Adanya”.

4.      Langkah-langkah Penelitian
a.       Menganalisis data penelitian.
Analisis data penelitian dilakukan setelah menentukan sampel sebagai bahan penelitian. Sampel dalam penelitian ini merupakan teks lagu Kerispatih yang di ambil dari album Tak lekang Oleh Waktu.
b.      Teknik analisis yang di pakai dalam penelitian ini adalah :
1.      Menentukan teks lagu
Unur-unsur yang terdapat dalam teks lagu sama dengan unsur yang terdapat dalam teks puisi,yaitu meliputi : unsur fisik dan unsur batin. Unsur fisik yang dipakai adalah diksi, bahasa figuratif dan versifikasi. Sedangkan unsur batin meliputi tema, citraan, perasaan, nada dan suasana ( Waluyo, 1987 : 24 ).
2.      Mendeskripsikan
Setelah data penelitian dianalisis dan unsur-unsur di atas sudah di temukan, kemudian diberikan tafsiran atau interpretasi terhadap data tersebut.
3.      Menyimpulkan
Langkah term tentang hasil deskrikpsi data, yaitu romantisme sebagai bentuk keindahan atau estestika dalam teks lagu pada album Tak Lekang Oleh Waktu karya Kerispatih. Kemudian dikemukakan pula saran untuk penelitian berikutnya.

H.    LANDASAN TEORI
a.      Pengertian Puisi
Sebuah teks lagu di sejajarkan dengan puisi yang biasa dinikmati. Teks lagu itu bersifat puitis khususnya dalam karya sastra mengandung arti apabila hal itu mengakibatkan perasaan, menarik perhatian, menimbulkan tanggapan yang jelas,secara umum bila hal itu menimbulkan keharuan disebut puitis ( Pradopo, 2005 : 13 ). Tanggapan yang jelas maksudnya adalah bahwa seseorang memiliki kritik dan pendapat yang dapat di mengerti mengenai karya sastra yang bersifat puitis.
Puisi itu mengekspresikan pemikiran yang membangkitkan perasaan, yang merangsang imajinasi panca indera dalam susunan yang berirama. Semua itu merupakan sesuatu yang penting,yang direkam dan diekspresikan,dinyatakan dengan menarik dan memberi kesan. Puisi itu merupakan rekaman dan interpretasi pengalaman manusia yang penting, digubah dalam wujud yang paling berkesan ( Pradopo, 2005 : 7 ).
Puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan secara imajinatif dan disususn dengan mengkonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengkonsentrasikan struktur fisik dan struktur batin ( Waluyo, 1987 : 25 ).

b.      Unsur-Unsur Puisi
Sebuah puisi adalah sebuah struktur yang terdiri dari unsur-unsur pembangun, unsur-unsur pembangun,unsur-unsur tadi dinyatakan bersifat padu karena tidak dapat dipisahkan tanpa mengaitkan unsur yang lainnya. Unsur-unsur itu bersifat fungsional dalam kesatuannya dan juga bersifat fungsional terhadap unsur lainnya ( Waluyo,1987 : 25 ).
Menurut Waluyo ( 1987 : 27 ) unsur pembangunan puisi terdiri dari unsur fisik dan unsur batin :
1.      Unsur fisik puisi dapat di uraikan dalam metode puisi,yakni unsur diksi atau pilihan kata teks lagu tersebut, diksi, pengimajian pengarang, kata konkret, bahasa figuratif ( majas ) yang ada dalam teks lagu, versifikasi, wajah puisi ( Waluyo, 1987 : 28). Untuk menemukan Romantisme,tidak semua unsur dipakai. Adapun unsur yang dipakai meliputi :

a.       Diksi
Menurut Pradopo ( melalui Fita, 2007 : 59 ) kata-kata yang telah dipergunakan oleh pengarang dalam menciptakan puisi disebut kata berjiwa, yang tidak sama artinya dengan kata lain dalam kamus, yang masih menunggu pengolahan. Penempatan kata yang mengakibatkan gaya kalimat disamping ketepatanpemilihan kata, memegang peranan penting dalam penciptaan  sastra.
Karena begitu pentingnya kata-kata dalam puisi, maka bunyi kata juga diperhitungkan secara cermat dalam pemilihannya. Kata-kata dalam puisi bersifat konotatif, artinya memiliki kemungkinan makna yang lebih dari satu. Kata- katanya juga dipilih yang puitis artinya mempunyai efek keindahan dan berbeda dari kata-kata yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari.
b.      Bahasa Figuratif
Yaitu bahasa berkias yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu. Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna ( Waluyo, 1987 : 83 ).  Bahasa figuratif disebut juga majas. Adapun macam- macam majas antara lain metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufimisme, refetisi, anaphora, pleonasme,antithesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, hingga paradox dan sebagainya.
c.       Versifikasi
Yaitu menyangkut rima,ritma,dan metrum. Rima adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal,tengah, dan akhir baris puisi. Ritma merupakan tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Ritma sangat menonjol dalam pembacaan puisi ( Waluyo, 1987 : 94 ).

2.      Unsur Batin Puisi
Unsur batin puisi dapat di uraikan dalam hakikat puisi, yakni unsur tema/makna (sense), rasa/perasaan (feeling), nada (tone) dan susana, amanat (intention) ( Waluyo, 1995 :106 ). Untuk menemukan Romantisme, tidak semua unsure di pakai. Adapun yang di pakai meliputi :

a)      Tema/makna (sense)
Adalah gagasan pokok atau ide utama yang ingin diungkapkan oleh penyair ( Waluyo, 1987 : 106 ). Media puisi adalah bahasa.  Tataran bahasa adalah hubungan tanda dengan makna, maka puisi harus bermakna, baik makna tiap kata, baris, bait, maupun makna keseluruhan.
b)      Citraan
Menurut Pradopo ( 2005 : 79 ) citraan dalam puisi adalah gambar-gambar dalam pikiran dan bahasa yang menggambarkan, sedang setiap gambar pikiran disebut citra atau imaji.
c)      Rasa/perasaan (feeling)
Menurut Waluyo ( 1987 : 121 ) perasaan atau feeling dalam puisi adalah perasaan yang disampaikan penyair melalui puisinya. Dalam menciptakan puisi, suasana perasaan penyair ikut diekspresikan dan harus dihayati oleh pembaca.
d)     Nada (tone) dan suasana
Nada yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubung dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah, menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca dengan nada sombong, menganggap bodoh dan rendah pembaca, dan lain-lain
.
c.       Romantisme Teks Lagu Yang Terdapat Dalam Album Tak Lekang Oleh Waktu Karya Kerispatih
Romantisme disini terdapat pada teks lagu yang menunjukkan romantisme dengan berwujud. Romantisme merupakan aliran yang menggunakan prinsip bahwa karya sastra merupakan cerminan kehidupan realistik yang menggambarkan kehidupan manusia yang berliku-liku dengan menggunakan bahasa yang indah sehingga dapat menyentuh emosi pembaca. Keindahan menjadi fokus utama dalam romantisme ( Endaswara, 2003 : 33 ).
Menurut waluyo ( 1987 : 32 ), Romantisme adalah aliran sastra yang mengambarkan kenyataan hidup dengan penuh keindahan tanpa cela. Jika sesuatu yang dilukiskan itu adalah kebahagiaan, maka kebahagiaan tersebut digambarkan dengan sangat sempurna tanpa cela. Sedangkan jika yang dilukiskan adalah kesedihan, maka kesedihan tersebut digambarkan dengan sesedih-sedihnya hingga menguras semua air mata. Romantisme diwujudkan dalam bentuk teks romantis.

I.       Alternatif Pembelajaran  Menulis puisi di SMA kelas X
Alternatif merupakan pilihan dari atau beberapa kemungkinan. Sedangkan pengajaran itu sendiri merupakan susunan informasi dan lingkungan untuk memfasilitasi pembelajaran (Suyatno, 2004: 88).
Pembelajaran dapat diberi arti yang lebih sempit dan terbatas pada pembelajaran di sekolah-sekolah, dengan demikian termasuk dalam ilmu pendidikan praktis. Maka alternatif pembelajaran dapat diartikan suatu pilihan atau metode untuk menyampaikan bahan pembelajaran bahasa indonesia yang sesuai di sekolah, khususnya pada siswa SMA X. Dengan adanya alternatif pembelajaran Menulis puisi, diharapkan siswa akan lebih memahami tentang isi teks puisi itu sendiri. Selain itu, siswa mampu mengpalikasikan puisi yang mereka buat dalam proses pembelajaran di sekolah. Untuk itu, dalam menulis puisi diperlukan sebuah pemahaman yang mendalam juga.
Selain itu, pada pembelajaran sastra melalui teks lagu dapat menggunakan beberapa metode. Metode-metode tersebut yaitu:
a.       Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab adalah suatu cara untuk menyampaikan materi pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa pada waktu itu juga (Suharyono, 1991 : 32).
Tujuan menggunakan metode tanya jawab yaitu untuk mengetahui seberapa besar pemahaman siswa terhadap mata pelajaran yang sudah diaajarkan oleh guru (Suharyono, 1991 : 32).


b.      Metode Inquiri
Metode Inquiri adalah suatu metode yang lebih menekankan pada siswa untuk menemukan apa yang disampaikan guru sehingga siswa dapat berpikir. Dengan metode inquiri siswa dapat lebih menuangkan hasil temuanya dan dapat lebih kreatif serta memperoleh pengalaman yang baru (Suharyono, 1991 : 59).
c.       Metode Diskusi
Dalam mengajar guru setelah menggunakan metode tanya jawab , metode inquiri guru menggunakan metode diskusi agar siswa setelah diberi pertanyaan, menemukan, dia langsung dapat berdiskusi sehingga siswa dapat bertukar pikiran dengan temannya.
Metode diskusi adalah salah satu metode yang digunakan dalam belajar mengajar yang dilakukan oleh seorang guru disekolah. Didalam diskusi ini proses interaksi antara dua atau lebih individu yang terlibat, saling tukar menukar pengalaman, informasi, memecahkan masalah, dapat terjadi juga semuanya dapat aktif tidak ada yang sebagai pendengar saja (Roestiyah, 200: 5).
Dalam menggunakan metode-metode tersebut diharapkan siswa dapat mudah mempelajari mata pelajaran sastra melalui nilai moral sehingga pembelajaran sastra tidak membosankan.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah                       :
Mata Pelajaran          : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester/Unit  : X/1
Alokasi Waktu           : 4 x 45 menit

A.    Standar Kompetensi
      8. Mengungkapkan pikiran dan perasaan melalui kegiatan menulis puisi.
B.     Kompetensi Dasar
8.2 Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, rima dan irama.

C.    Tujuan Pembelajaran
Pertemuan ke 1 :
1.      Setelah mengamati salah satu contoh puisi baru, siswa dapat menjelaskan ciri-ciri puisi baru dengan benar.
2.      Setelah mengamati salah satu contoh puisi baru,isswa dapat menjelaskan jenis-jenis puisi baru dengan benar.
3.      Setelah mengamati salah satu contoh puisi baru, siswa dapat menjelaskan isi dari puisi tersebut.
Pertemuan ke 2 :
  1. Setelah disajikan contoh puisi baru, siswa dapat menulis dua bait puisi baru dengan memenuhi karakteristik yang sesuai.
  2. Setelah terkumpul puisi yang baik, siswa dapat membukukan puisi baru yang telah ditulisnya menjadi buku kumpulan puisi baru.

D.    Materi Pokok
Berikut ini disampaikan pokok-pokok materi menulis puisi baru. Secara rinci materi disampaikan pada lampiran.
Ø      Ciri-ciri puisi baru.
Ø      Jenis-jenis puisi baru.
Ø      Contoh puisi baru dengan memperhatikan :
1.        bait
2.        irama
3.        rima
Ø  Menemukan jenis-jenis karakteristik puisi baru.

E.     Metode Pembelajaran
Diskusi dan Tugas.

F.Kegiatan Pembelajaran
Pert
Kegiatan
Waktu

Pendahuluan
1.      1.  Membaca salah satu contoh puisi baru.
2.     Menggali pengetahuan awal mengenai kegunaan puisi baru dan manfaat pemilikan kompetensi puisi baru dalam kehidupan.
3.     Menggali pengetahuan awal siswa tentang karakteristik puisi baru.
4.      4.   Guru menjelaskan kompetensi yang akan dicapai.
Siswa dikelompokkan dengan anggota tiga orang. Kelompok dirancang sesuai dengan tema dan isi puisi.
 Kegiatan Inti
1.      Siswa mencermati contoh puisi baru (eksplorasi).
2.      Siswa mendiskusikan karakteristik puisi baru yang disediakan guru. (elaborasi)
3.      Siswa dan guru bertanya jawab tentang keindahan puisi dilihat dari segi isi, pilihan kata dan rima. (eksplorasi)
4.       Siswa menulis puisi. (elaborasi)
5.      Siswa menukarkan hasil pekerjaannya dengan teman sebangku. (elaborasi)
6.      Siswa memberi masukan terhadap puisi yang ditulis teman.(konfirmasi)
7.      Siswa memperbaiki  puisi baru yang ditulisnya. (elaborasi)
Penutup
1. Guru dan siswa merefleksikan kegiatan pembelajaran menulis puisi baru yang dilakukan
 2. Guru menjelaskan tugas-tugas pada pertemuan berikutnya, secara individu, mengkliping puisi baru dengan tema yang bervariasi dan memenuhi karakteristik yang baik. (PT.Kinerja).
Pendahuluan
Bertanya jawab terkait dengan tugas mengkliping puisi baru. Siswa memajang tiga bait puisi yang dianggap terbaik.
Kegiatan Inti
1.      Siswa secara individu praktik menulis dua bait puisi baru.(teknik, produk untuk uji kompetensi) (eksplorasi).
2.      Secara berpasangan, siswa saling menilai puisi baru yang ditulisnya dengan menggunakan rubrik yang disediakan guru. (konfirmasi)
3.      Guru memberikan penguatan berdasarkan hasil uji kompetensi siswa dalam menulis puisi baru (konfirmasi).
Penutup
1.      Guru bersama siswa melakukan refleksi dengan menanyakan apa yang telah dan belum dikuasai berkaitan dengan kompetensi menulis puisi baru, serta kesan-kesan selama pembelajaran menulis puisi baru.
2. Hasil uji kompetensi menulis puisi direvisi dan dijadikan       buku kumpulan puisi baru.( KMTT Proyek).


10









70











10





10



70








10


F.     Alat/ Bahan/Sumber
Ø    Contoh puisi baru dengan memperhatikan bait, irama, dan rima.
Ø    BSE Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA Kelas X karangan Adi Abdul
Ø    Buku Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X oleh Suparno
Ø    LKS Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X, Semester Gasal

G.          Penilaian

Indikator
Teknik
Bentuk
Instrumen
      1.  Membaca  puisi baru
Tes
Tes Lisan
Mampu emberi tanda jeda pada puisi yang hendak dibacakan
  1. Menjelaskan jenis-jenis karakteristik puisi baru.

  1. Mengidentifikasi puisi baru dengan memperhatikan bait, irama, dan rima.

Tes Lisan


Tes Lisan
Berdasarkan contoh puisi baru yang ada, jelaskan karakteristik puisi baru dari segi tema, isi, diksi dan rima.
Dari contoh-conroh puisi identifikasikanlah bait-bait tersebut yang termasuk ke dalam puisi baru.
  1. Mampu menulis puisi baru sesuai dengan karakteristiknya.


Kinerja Praktik Menulis
Tulislah dua bait puisi baru berdasarkan karakteristik yang baik.
5.      Munyunting dan membukukan puisi baru menjadi buku kumpulan puisi.
Penugasan
Produk
Suntinglah puisi yang sudah kalian susun, kemudian buatkanlah pantun tersebut kedalam satu buku kumpulan puisi.


                                                                                    Semarang, 10 Juli 2010
            Mengetahui,   
        Kepala Sekolah,                                                              Guru,


Dr. Hardjito, M.Hum.                                                       Aan Andrianto, S.pd.


  1. Sistematika Penulisan Skripsi
Agar penyusun dan pembahas proposal ini dapat runtut, logis dan mudah dipahami , penulisanya dibagi menjadi 4 bab:
Bab I. Pendahuluan., bab ini diuraikan latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, penegasan istilah, metode penelitian, dan sistematika penulisan.
Bab II.  Landasan Teori, Pada bab ini diuraikan mengenai pengertian puisi , unsur-unsur intrinsik puisi, dan pengertian romantisme.
Bab III, Analisis hasil penelitian membahas romantisme teks lagu dalam album Tak Lekang Oleh Waktu Karya Kerispatih.
Bab IV, Penutup, bab ini diuraikan simpulan dan saran.











DAFTAR PUSTAKA

Awi, Hasan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Endraswara, Suwardi. 2003. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.
Fita, Mei. 2007. Mengenal Puisi. Semarang.
Kerispatih. 2009. Album Tak Lekang Oleh Waktu. Jakarta: PT.Nagaswara Indonesia.
Pradopo, Rachmat Djoko. 2005. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: University Press.
Ranchman, Maman. 1993. Strategi Dan Langkah-Langkah Penelitian Pendidikan. Semarang: IKIP Semarang Press.
Ratna, Nyoman Kutha. 2010. Teori, Metode dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Semi, M. Atar. 1993. Metode Penelitian Satra. Bandung: Angkasa Raya.
Waluyo, Herman J. 1987. Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta: Erlangga.
www. Kerispatih.com


















           

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar